True Story : Seorang ibu meninggal slth 38 thn merawat putrinya yg koma
- By ginanjar rahardi
- Published 03/14/2008
- Keluarga
-
Rating:




Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak
harap kembali ... Sepenggal syair lagu itu benar-benar mengena pada
sosok ibu asal AS ini. Wanita berusia 80 tahun itu selama
berpuluh-puluh tahun merawat putrinya yang mengalami koma.
Sampai akhirnya ibu penuh kasih itu meninggal, mendahului putrinya yang hingga saat ini masih terbaring dalam koma berkepanjangan.
Kaye O'Bara menutup mata untuk selamanya di rumahnya di Miami Gardens, Florida. Kamar yang selama ini ditempatinya bersama putrinya, Edwarda sejak 1970 silam. Kaye meninggal dalam tidurnya. Dia telah bertahun-tahun menderita penyakit jantung.
Semasa hidupnya Kaye pernah berjanji tak akan pernah meninggalkan Edwarda yang ketika itu masih remaja. Janji itu dimulai sejak Edwarda jatuh koma akibat penyakit diabetesnya 38 tahun yang lampau.
"Kami kira dia akan hidup melampaui kami semua. Wanita itu begitu kuat," kata keponakan Kaye, Pamela Burdgick seperti dilansir harian News.com.au, Sabtu (8/3/2008).
Selama kurun waktu 38 tahun, kisah pengabdian Kaye kepada putrinya, Edwarda menarik simpati banyak orang. Para pengunjung yang jumlahnya tak terhitung lagi mendatangi rumah Kaye. Bahkan ada pula sebagian orang yang datang dari Jepang untuk ikut merayakan ulang tahun Edwarda.
Kisah Kaye telah dituangkan dalam buku laris karya Dr. Wayne Dyer yang berjudul A Promise Is A Promise: An Almost Unbelievable Story of a Mother's Unconditional Love and What It Can Teach Us.
Edwarda, penderita diabetes, mengalami flu sebelum Natal 1969. Beberapa hari kemudian kondisinya memburuk dan orangtuanya, Kaye dan suaminya, Joe, membanya ke rumah sakit.
Beberapa saat sebelum Edwarda kehilangan kesadarannya, remaja putri itu sempat bertanya kepada ibunya: "Janji ibu tidak akan meninggalkan saya, janji ya?" Kaye pun berjanji tidak akan pernah meninggalkan anak perempuannya itu.
Itulah kata-kata terakhir yang disampaikan Kaye sebelum anaknya koma berkepanjangan. Dan Kaye menepati janjinya.
Kaye dengan teratur membalik tubuh putrinya tiap dua jam supaya tidak mengalami nyeri akibat berbaring terlalu lama. Kaye memberinya makan berupa campuran makanan bayi dan susu bubuk melalui tube, menyuntikkan insulin, memutar alunan musik, membacakan buku untuk Edwarda dan tak lelah berdoa di samping tempat tidur Edwarda supaya suatu hari nanti putrinya itu akan sadar kembali.
Bagi Kaye, mengurus putrinya itu bukanlah beban, melainkan berkat. Kaye sangat yakin, Edwarda akan terbangun. "Bagi saya, dia hampir sadar. Kadang-kadang saya merasa mendengar dia bicara: Ibu, saya baik-baik saja," kata Kaye kepada media AS, Miami Herald beberapa waktu lalu.
Namun kini Kaye telah pergi untuk selamanya. Dia meninggalkan Edwarda yang masih terbaring koma entah sampai kapan. Adik Edwarda, Colleen O'Bara mengatakan, keluarga akan terus merawat Edwarda di rumah mereka. Sama seperti Kaye, Colleen juga yakin kakaknya itu akan sadar suatu hari nanti.
Suami Kaye, Joe mengalami serangan jantung pada tahun 1972 dan meninggal dunia empat tahun kemudian. Sejak itu, Kaye mengurus Edwarda dengan menggunakan tunjangan sosial dari pemerintah dan dana pensiun suaminya, ditambah lagi dengan sumbangan dari orang-orang
Link :
http://www.detiknews.com/index.php/d...344/idkanal/10
klo ada yg mo ngucapin deep symphaty bisa lsg ke web nya
lengkap klo mo tau whole story n foto" nya.... barusan dapet neh link nya:
http://www.edwardaobara.com/
Sampai akhirnya ibu penuh kasih itu meninggal, mendahului putrinya yang hingga saat ini masih terbaring dalam koma berkepanjangan.
Kaye O'Bara menutup mata untuk selamanya di rumahnya di Miami Gardens, Florida. Kamar yang selama ini ditempatinya bersama putrinya, Edwarda sejak 1970 silam. Kaye meninggal dalam tidurnya. Dia telah bertahun-tahun menderita penyakit jantung.
Semasa hidupnya Kaye pernah berjanji tak akan pernah meninggalkan Edwarda yang ketika itu masih remaja. Janji itu dimulai sejak Edwarda jatuh koma akibat penyakit diabetesnya 38 tahun yang lampau.
"Kami kira dia akan hidup melampaui kami semua. Wanita itu begitu kuat," kata keponakan Kaye, Pamela Burdgick seperti dilansir harian News.com.au, Sabtu (8/3/2008).
Selama kurun waktu 38 tahun, kisah pengabdian Kaye kepada putrinya, Edwarda menarik simpati banyak orang. Para pengunjung yang jumlahnya tak terhitung lagi mendatangi rumah Kaye. Bahkan ada pula sebagian orang yang datang dari Jepang untuk ikut merayakan ulang tahun Edwarda.
Kisah Kaye telah dituangkan dalam buku laris karya Dr. Wayne Dyer yang berjudul A Promise Is A Promise: An Almost Unbelievable Story of a Mother's Unconditional Love and What It Can Teach Us.
Edwarda, penderita diabetes, mengalami flu sebelum Natal 1969. Beberapa hari kemudian kondisinya memburuk dan orangtuanya, Kaye dan suaminya, Joe, membanya ke rumah sakit.
Beberapa saat sebelum Edwarda kehilangan kesadarannya, remaja putri itu sempat bertanya kepada ibunya: "Janji ibu tidak akan meninggalkan saya, janji ya?" Kaye pun berjanji tidak akan pernah meninggalkan anak perempuannya itu.
Itulah kata-kata terakhir yang disampaikan Kaye sebelum anaknya koma berkepanjangan. Dan Kaye menepati janjinya.
Kaye dengan teratur membalik tubuh putrinya tiap dua jam supaya tidak mengalami nyeri akibat berbaring terlalu lama. Kaye memberinya makan berupa campuran makanan bayi dan susu bubuk melalui tube, menyuntikkan insulin, memutar alunan musik, membacakan buku untuk Edwarda dan tak lelah berdoa di samping tempat tidur Edwarda supaya suatu hari nanti putrinya itu akan sadar kembali.
Bagi Kaye, mengurus putrinya itu bukanlah beban, melainkan berkat. Kaye sangat yakin, Edwarda akan terbangun. "Bagi saya, dia hampir sadar. Kadang-kadang saya merasa mendengar dia bicara: Ibu, saya baik-baik saja," kata Kaye kepada media AS, Miami Herald beberapa waktu lalu.
Namun kini Kaye telah pergi untuk selamanya. Dia meninggalkan Edwarda yang masih terbaring koma entah sampai kapan. Adik Edwarda, Colleen O'Bara mengatakan, keluarga akan terus merawat Edwarda di rumah mereka. Sama seperti Kaye, Colleen juga yakin kakaknya itu akan sadar suatu hari nanti.
Suami Kaye, Joe mengalami serangan jantung pada tahun 1972 dan meninggal dunia empat tahun kemudian. Sejak itu, Kaye mengurus Edwarda dengan menggunakan tunjangan sosial dari pemerintah dan dana pensiun suaminya, ditambah lagi dengan sumbangan dari orang-orang
Link :
http://www.detiknews.com/index.php/d...344/idkanal/10
klo ada yg mo ngucapin deep symphaty bisa lsg ke web nya
lengkap klo mo tau whole story n foto" nya.... barusan dapet neh link nya:
http://www.edwardaobara.com/
Spread The Word
Comments
Comment #1 (Posted by alfian)
Rating:








masak cii,,???
pa ni g cerita ngarang
Comment #2 (Posted by anung t.w kesawen purworejo)
Rating:








saya seneng banyak cerita2 lucu klu bisa semua daerah diceritan asal usulnya
Comment #3 (Posted by Riddy_)
Rating:








gw g ta harus berkata ap...yg pasti sekarang gw ingt nyokap.kasih ibu memang sepanjang masa..blm tntu seorang ank akan setulus itu.
Comment #4 (Posted by alie)
Rating:








it is really great...but nothing can i do for my mother....
i really appreciate it..
i want to cry..
Thank my beloved mother
Comment #5 (Posted by lia)
Rating:








sungguh besar jasa ibu..
terkadang kita semagai anak tidak menyadarinya...
Comment #6 (Posted by andy langit)
Rating:








mak, andy kangen emak.....
Comment #7 (Posted by ZYZY)
Rating:








G tahu ah!!! aq jg ikt terhanyut ma cerita ne. I always LOVE U MOM, although we are long distance
Comment #8 (Posted by damart)
Rating:








kasih ibu sapanjang masa. janji ibu sepanjang jalan yg tanpa batas. gw jadi kangen sama emak gw. emak...., damar mau nangis di pelukan emak.
Comment #9 (Posted by nana)
Rating:








cerita nya bagus.... saya bisa mengambil hikmah bahwa kasih ibu sepanjang masa, kasih ibu kepada kita tak kan lekang oleh waktu
Comment #10 (Posted by clara)
Rating:








Ceritanya bagussssssss bgt.. jadi kangen sm mama.. Mama.. I love u...
Comment #11 (Posted by rino)
Rating:








jd inget sama alm ibu saya yg sdh meninggal th 1999. Di saat beliau meregang nyawa pun, beliau masih inget nitipin duit ke tetangga yg jualan nasi. Katanya buat sarapan rino.. Sumpah, saat nulis comment ini perasaan pengin nangis.... Ibu.... tenanglah kau di sana
Comment #12 (Posted by iche)
Rating:








critanya bikin terharu saya sampai menitikkan air mata...ingat mama....!!!
rasanya hingga saat ini msh blm bs bikin mama bahagia...
Everyting i do...a do it 4 u Mom...
Comment #13 (Posted by mustofa ismail)
Rating:








sangat terharu atas pengorbanan sang ibu yg tercinta sepanjang masa
Comment #14 (Posted by ninik)
Rating:








cinta seorang ibu mengalahkan segala2nya.yuk yuk qt sayangi ibu slagi ibu qt masi hidup
Comment #15 (Posted by vani)
Rating:








terharu.....
Comment #16 (Posted by calma)
Rating:








aku jadi ingat sama eyang putri ,dia sayang banget sama cicit cicit nya skarang dia dah wafat 2009 dengan umur 92 smoga eyang putri tenang di sana
Comment #17 (Posted by cellyna)
Rating:








kasih seorang ibu memang tak terhinga,mulialah ibu,.....i love u full mom........!!!!!!!!
Comment #18 (Posted by Feri)
Rating:








Wah gw trharu sangat.. N gw menangz dlm ht.. N smw semangt 45 syg ibu n ksih ibu tak akn lkang 0leh wkt my m0ther i l0ve u 4 everrrrr
Comment #19 (Posted by Shandy)
Rating:








It's verry great story,aQ sangat tersentuh dengan cerita yang 1 nie
!! Ibu selalu sayang anak2 nya dalam keadaan apapun itu..
Comment #20 (Posted by aq anak baek...)
Rating:








cerita ini mengharukan sekali. hiks!
Comment #21 (Posted by yunie)
Rating:








maaf'q ibu,,aku udh sering bkin ibu kesel.. aku sayang ibu selamanya..
sayangq pdamu tidak akn prnh hilang..
I LOVE U 4EVER MOM....