1000 burung kertas
- By ginanjar rahardi
- Published 07/23/2008
- Cinta
-
Rating:




Sewaktu Joe dan Anna baru pacaran, Joe melipat 1000 burung kertas buat Anna, menggantungkannya di dalam kamar Anna. Joe mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.
Waktu itu, Anna dan Joe setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua.
Tetapi pada suatu saat, Anna mulai menjauhi Joe. Anna memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali-kali itu!!
Sewaktu Anna mau mutusin Joe, Anna bilang sama Joe, "Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah.!!"
Setelah Anna pergi ke Perancis, Joe bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.
Sudah lewat beberapa tahun...
Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya , akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Anna, dia masih tidak dapat melupakannya.
Pada suatu hari, waktu itu hujan, Joe dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Anna.
Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Joe mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.
Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.
Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Joe tercengang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Anna tersenyum sangat manis terhadapnya.
Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Joe, dalam hujan burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup.
Orang tua Anna memberitahu Joe, Anna tidak pergi ke paris, Anna terserang kanker, Anna pergi ke surga. Anna ingin Joe menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Joe dulu. Anna bilang dia sangat mengerti Joe, dia percaya kalau Joe pasti akan berhasil.
Anna mengatakan, kalau pada suatu hari Joe akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Joe langsung berlutut, berlutut di depan makam Anna, menangis dengan begitu sedihnya.
Hujan pada hari Valentine itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Joe. Joe teringat senyum manis Anna yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah.
Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Joe sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.
Hatiku tidak pernah menyesal,
Semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku,
Beterbangan di dalam angin
Menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit,
Melewati sungai perak,
Apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya,
Hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali,
Menambah kerinduan di hatiku.
Bagaimanapun dicari,
Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.
Waktu itu, Anna dan Joe setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua.
Tetapi pada suatu saat, Anna mulai menjauhi Joe. Anna memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali-kali itu!!
Sewaktu Anna mau mutusin Joe, Anna bilang sama Joe, "Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah.!!"
Setelah Anna pergi ke Perancis, Joe bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.
Sudah lewat beberapa tahun...
Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya , akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Anna, dia masih tidak dapat melupakannya.
Pada suatu hari, waktu itu hujan, Joe dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Anna.
Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Joe mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.
Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.
Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Joe tercengang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Anna tersenyum sangat manis terhadapnya.
Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Joe, dalam hujan burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup.
Orang tua Anna memberitahu Joe, Anna tidak pergi ke paris, Anna terserang kanker, Anna pergi ke surga. Anna ingin Joe menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Joe dulu. Anna bilang dia sangat mengerti Joe, dia percaya kalau Joe pasti akan berhasil.
Anna mengatakan, kalau pada suatu hari Joe akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Joe langsung berlutut, berlutut di depan makam Anna, menangis dengan begitu sedihnya.
Hujan pada hari Valentine itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Joe. Joe teringat senyum manis Anna yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah.
Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Joe sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.
Hatiku tidak pernah menyesal,
Semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku,
Beterbangan di dalam angin
Menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit,
Melewati sungai perak,
Apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya,
Hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali,
Menambah kerinduan di hatiku.
Bagaimanapun dicari,
Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.
Spread The Word
Comments
Comment #1 (Posted by ksatria cinta)
Rating:








gua juga pernah ngalamin kek gini ....
oh Nazarina .. i will miss you my heart :)
Comment #2 (Posted by penNy)
Rating:








crita na mNyentUh hti..
Da yg pny crta kyk gni lg?
Aq jg pnah menglmi na..
I misS u so much boJes..
Comment #3 (Posted by phuput)
Rating:








hiks....jadi terharu baca nya
Comment #4 (Posted by cena)
Rating:








emmm cinta sejati tuh ..
to the heart bgt..
Comment #5 (Posted by iren)
Rating:








romantis baget....
Comment #6 (Posted by leroy)
wuih....boong nih,hehehe
Comment #7 (Posted by anto)
Rating:








Andai ini sebuah cerita nyata aq salut ama ceruta cinta kalian yg begitu romantis...aq sampai terharu membacanya cewek sprti itulah yg sangat susah di cari jaman sekarang...
Comment #8 (Posted by Ipung)
Rating:








Indah banget...Anna menunjukkan cinta sejatinya dengan cara yg lain...saking cintanya terhadap Joe...dia tidak ingin Joe tahu penyakitnya dan beralasan ke Perancis padahal sdh sekarat..dying...alasan yang menyakitkan bila didengar sepintas ...tapi tetap menyakitkan setelah tahu yang sebenarnya...Indah banget..kasih sayang yang tulus itu indah kan...?
Comment #9 (Posted by marielyn)
Rating:








keren abizzz....
terharu banget..
hikzz...huhuhu...
T_T
Comment #10 (Posted by NEZANIZI)
Rating:








TERHARU..............
Comment #11 (Posted by RetNo)
Rating:








bGuZ Cie,pi Crita kYa' GiNi dah BuanyAk bGdZz BerEdaR!!!!!!!!!!!!!
Comment #12 (Posted by Ester)
Rating:








ceritanya bagus banget.. sangat menyentuh..!!!
Comment #13 (Posted by paquita)
Rating:








rumah itu bagus sekali lo !
Comment #14 (Posted by rizka.sari81@yahoo.com)
Rating:








silet silet asu asu siapa yang baca cerita ini berarti asu dan silet!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Comment #15 (Posted by aday 45 DM)
Rating:








w p3rn4h d skti sma cwe tpi w bru sdr dunia ni luas msi bnyk cwe.
qta hrs lht k dpn bkan k blkng....
kalo jdh ga k mna...
pantun....
jika ada jarum yang patah
jangan di masukan ke peti
jika ada salah kata
jangan di masukan dalam hati...
Comment #16 (Posted by aday 45 DM)
Rating:








w p3rn4h d skti sma cwe tpi w bru sdr dunia ni luas msi bnyk cwe.
qta hrs lht k dpn bkan k blkng....
kalo jdh ga k mna...
pantun....
jika ada jarum yang patah
jangan di masukan ke peti
jika ada salah kata
jangan di masukan dalam hati...
Comment #17 (Posted by ChaCha)
Rating:








ceritanya bgus bgt!!! pngen q bsa bkin cerita kyak gini...
Comment #18 (Posted by Ferry)
Rating:








Its very2 good storyy
Comment #19 (Posted by renitarani)
Rating:








aku juga pernah ngerasain hal kya gtu. aku hampir tunangan,tp tunangan ku ga pernah cerita klo dy pnya penyakit kanker hati. akhir'a dy pergi untuk selamanya tnpa ku ketahui. aku sngat merindukannya. hingga saat ni, hnya ada dia di hati ku.
Comment #20 (Posted by d_a)
Rating:








bgus Bgt
Comment #21 (Posted by dimaz)
Rating:








jd inget ma pcr aq.....
pdhl perhatian aq tu udh ciank mlem buat dia....
tp knp dia ptzin aq........
hikz... hikz... T_T
Comment #22 (Posted by Netofa)
Rating:








COOL!
http://www.facebook.com/home.php?#!/profile.php?id=1649547066