Kisah Mengharukan Anak Yang Mencoret Mobil Ayahnya
- By ginanjar rahardi
- Published 04/3/2009
- Keluarga
-
Rating:




Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan , tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..
Sumber : dikutip dari milis EMBA
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan , tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..
Sumber : dikutip dari milis EMBA
Spread The Word
75 Responses to "Kisah Mengharukan Anak Yang Mencoret Mobil Ayahnya" 
|
said this on 17 Jun 2009 4:13:56 AM EST
"penyesalan selalu ada dibelakang kita"
|
|
said this on 25 Jun 2009 4:04:07 AM EST
harga sebuah mobil lbih mahal dibandingkan rasa sakit dari org yang kt sayang....hhhuuuufffff
|
|
said this on 09 Jul 2009 11:17:25 PM EST
mengharukan sekali,, seandainya waktu dapat diputar kembali,.....
hikz,,, hikz,,...
|
|
said this on 05 Sep 2009 2:57:24 AM EST
lbih mahal rasa sakit org yg kita sayang daripada harga sebuah mobil,tapi ini,,sangat mengharukan sekali,hiks........hiks...............
|
|
said this on 23 Sep 2009 10:53:58 PM EST
pelajaran b'harga bwt para ortu, agar tidak menggunakan kekerasan dalam mendidik anak.. perlu diingat anak adalah titipan dari Yang Kuasa, dan nanti akan d'minta pertanggungjawabn nya...
|
|
said this on 17 Oct 2009 10:28:06 AM EST
Anak mengekspresikan kemampuannya namun orang tua menghancurkannya karena tidak peka akan kebutuhan anak.
|
|
said this on 11 Nov 2009 5:42:17 PM EST
cedehnya cita ni.....
sungguh kasihan ank kecil trsbut.
hilang kereta boleh di ganti...
tapi hilang tangan nak di ganti dengan apa??????!!!!!!!!!!!
|
|
said this on 22 Dec 2009 10:01:01 PM EST
orng tuabodoh,namanya juga anak anak.
|
|
said this on 21 Jan 2010 10:33:02 PM EST
Aq sangat terharu........sampai2 aq menangs membacanya....jangan sampai kesalahan kecil mengambil masa depan orang yg kita sayang.....kasihan bgt anak itu...
|
|
said this on 03 Feb 2010 3:44:43 AM EST
ga tau mau comment apa...? yang jelas orng tua jahat sekali hanya karna @ mobil, tega membuat kedua tangan anknya hilang U_U'
|
|
said this on 05 Feb 2010 7:08:02 PM EST
Kasihan........... Sungguh pelajaran berharga untuk saya sebagai orang tu.....
|
|
said this on 24 Feb 2010 8:26:16 AM EST
aku sedih setelah membaca cerita ini,
ingat kepada para ortu jangat terlalu
jahat sama anak anak,namanya juga anak kecil ,pendapat saya lebih penting anak dari pada mobil baru
><
^
|
|
said this on 06 Mar 2010 3:11:31 AM EST
ceritanya mengharukan sekali . huhu .
|
|
said this on 08 Mar 2010 6:51:46 PM EST
tak ada penyesalan di dpn, jaga titipan tuhan dengan kasih sayang
|
|
said this on 20 Mar 2010 11:32:10 PM EST
terharu btul lah baca nya
|
|
said this on 22 Mar 2010 5:55:03 AM EST
Hampir mengeluarkan air mata membacanya,suatu pelajaran untuk orang tua dalam mendidik anak tidak dengan kekerasan apalagi anak itu masih kecil dan tidak tau apa2 !!
|
|
said this on 24 Mar 2010 4:29:24 AM EST
menghadapi masalah jangan dengan emosi / harus pke kepala dingin....agr nanti tidk meneysl jadinya...ceritanya mengharukan....bkin aku sadar kadang kita terlalu bertingkah berlebihan hanya demi harta tanpa peduli keluarga dan kasih sayang sesama...
|
|
said this on 05 Apr 2010 2:37:51 AM EST
masa masih anak2 umur 3 lagi...
itukan anak yang belum tahu apa2!!!
|
|
said this on 14 May 2010 5:53:05 AM EST
smpe kpan pun.. smua orang tua gk akan ngerti prazaan anak 'y.. kdang dy mlah sibuk sndri sma krjaan 'y tnpa pduli arti sbuah kluarga..
|
|
said this on 24 May 2010 6:01:57 AM EST
sungguh tidak punya perasaan sbg orang tua menghukum anaknya sendiri sampai begitu.....skr penyesalan lah yang terjadi
|
|
said this on 11 Jun 2010 2:43:41 AM EST
Maaf, Milis EMBA itu apa ya? Saya ingin minta izin untuk copast dan dimasukkan ke dalam naskah buku saya. Izinnya ke mana ya? Terima kasih.
|
|
said this on 13 Jun 2010 8:04:31 PM EST
anjing bapaknya itu bangsaat. mampus lu mati disana dipotong tuh tangan lu njing bangsaaaat !
|
|
said this on 18 Jun 2010 6:59:20 AM EST
sungguh kejam tu orang tua, ceritanya bagus banget ampe air mataku bercucuran,bapanya sempak arab, ah payah taplaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak,
|
|
said this on 22 Jun 2010 12:34:59 AM EST
Astagfirullah.....
mreka tidak pantas di sebut orang tua... pembantu aja lebih sayang sama anaknya......
sedih... pengen ketemu sama anaknya... hikss...hikss...hikss
sabar ya nak... pintu surga sudah terbuka lebar untuk km....
|
|
said this on 22 Jun 2010 1:01:58 AM EST
aku bener2 heran.. ko ada orang tua sejahat itu? padahalkan cuma gr2 seorang anak kecil, dan itupun anak kandungnya sendiri..
ya tuhan.. mudah2an ga ada lagi orang tua kayak gitu?!!
|
|
said this on 01 Jul 2010 9:11:18 PM EST
wah...... cerita yg bagus bangeet... sumpah smpai keluar nie air mata, in bwat semua ortua, supaya lebih perhatian lg sm anak2nya... jangan terlalu bnyak d tinggal anak seorang diri.... berilah kasih syang yg penuh sm anak...... pentingin kpntingan anak..... krna it titipan sang Ilahi... Allah yg Maha Besar..
|
|
said this on 03 Jul 2010 12:47:02 AM EST
apakah ini true story atau sekedar kreativitas dan atau imajinasi penulis saja????
Cerita ini disadur/dijiplak/diterjemahkan/dicopy dari cerita aslinya berbahasa inggris, taun 2000 an muncul di sirkulasi email di west coast US, sampe ada kelompok pemerhati anak yg mencari tau ini hanya karangan belaka apa kejadian sebenarnya dan kelompok tersebut berencana untuk mengajukan ayahnya ke meja hijau.
Jika diluar negeri, sepertinya kisah nyata.......(kisah tersebut dikutip dari milis EMBA, dan debritto), banyak beredar di Indonesia tahun 2008an)
|
|
said this on 16 Jul 2010 5:09:25 PM EST
ssstttt...... ada yang mencontek cerita ini, loh, diluar sana!
|
|
said this on 18 Jul 2010 11:38:34 PM EST
bgas bnget ni crita hampir menangis aku.terutama bait2 trakir,sungguh mengharukan..
|
|
said this on 27 Jul 2010 10:06:56 PM EST
kisah yang memilukan , dan pelajaran yang sanga bergarga buat orang tua, termasuk saya
|
|
said this on 28 Jul 2010 11:39:58 PM EST
kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah..!!
pikirkan lagi dengan hati dingin sebelum melakukan suatu tindakan yang menurut hati kecil kita tidak benar.
|
|
said this on 10 Aug 2010 8:27:35 PM EST
ada jg yah , orang tua memberi hukuman am anaknya ampe ky gt .
skrg bru nyesel , kan orang tuanya yang slh , sibuk dgn kerjaan , udah gitu stlh di hkm g prnh si tengok keadaan nya gmn lg ,
|
|
said this on 14 Aug 2010 2:24:59 AM EST
Bagaimana bsa seorang ayah bgtu tega memukul anakx,...??? jangankan memukul anak/keponakan sendri, memukul anak tetanggapun q tak tega...
|
|
said this on 27 Aug 2010 3:32:08 AM EST
astaga
ada ya orang kaya gthu
|
|
said this on 29 Aug 2010 2:39:28 AM EST
ayahnya setan,ibunya iblis...udah tau masih anak2, kenakalan anak2 itu sih biasa. maklumin aja...apalagi memberi pelajaran dengan tindakan kekerasan, sekarang apa yg didapat ? hanya 1 : penyesalan. waktu takkan terulang kembali. ingat pakailah cara2 bijaksana dalam menentukan sikap dan tindakan.
|
|
said this on 18 Sep 2010 7:19:44 PM EST
sedih...sedih....sedih......huhuhu
|
|
said this on 30 Sep 2010 10:50:00 AM EST
ini cerita kejadian nyata atau rekayasa yah??? kok sedihhhhh bgt sih...aku sampai nangis histeris,,inget kl lg marah sama anak,jgn kan brg mahal ky mobil,kadang anak sedikit aja bikin salah kita langsung emosi,aku beruntung baca cerita ini,sperti ditampar!!!!
|
|
said this on 03 Oct 2010 9:25:09 AM EST
semoga menjadi suatu pelajaran
|
|
said this on 20 Oct 2010 11:40:58 PM EST
Orang tau jancuk.....mobil bisa dicari cuk....kalo tangan siapa yg ganti...dasar koen jancuk tenan....
namanya anak msh 3 thn nggak tahu apa2, cuma gitu aja sampe dipukul2 shg infeksi....modaro kon cuk...cuk...ortu jancuk kabeh...
|
|
said this on 11 Nov 2010 11:11:14 PM EST
lebih baik kehilangan mobil daripada kehilangan anak...tp pasti Allah berikan tempat terbaik disurga..selamat jalan nak....
|
|
said this on 13 Nov 2010 10:04:28 PM EST
weii..
temanku ada lo yg nyontek crita ini.!!tp di gmw ngaku..
dy blank tu crita dy bwat ndiri
|
|
said this on 27 Nov 2010 10:40:10 PM EST
sedih bgt sih.kasian gw ma dita.dasar ayahnya bego
|
|
said this on 06 Dec 2010 9:26:54 AM EST
Sed!h bnget . .
Q sampe nang!s bcanya . .
Ko ada orang tua kya gtu ?
|
|
said this on 20 Dec 2010 3:02:43 AM EST
Kasihan banget...tega bangat sih ma anak...hiks hiks gw sedih banget bacanya...
|
|
said this on 27 Dec 2010 10:11:27 PM EST
menghrukandt skale.......
tega bnget sich orang tua tw!
|
|
said this on 29 Dec 2010 10:49:57 AM EST
namanya manusia ya kayak gitu,
|
|
said this on 03 Jan 2011 9:43:39 PM EST
banyak bgt ceritanya.....ampe males bacanya....hehhe
|
|
said this on 08 Jan 2011 1:20:00 AM EST
dmiiiiiiiii allh sedih bgt sampe w nangis,,,,,,, w prnh mukul ade w ya allh w mulai hri ini gx akan main tangan
|
|
said this on 11 Jan 2011 12:47:04 AM EST
ortunya bner2 g punya otak n prasaan ... lebih mmentingkan harta benda .. nmanya jga ank kcil .. spa tw tu bakate dy .. jdi plukis .. otaknya cupet tuh ortune !!!
|
|
said this on 04 Feb 2011 9:21:41 AM EST
sesibuk apapun orang tua tetaplah peduli dan memperhaikan anaknya, karna pnyesalan itu datang belakangan n waktu tidak dapat di putar kembali ='(
|
|
said this on 05 Feb 2011 4:40:42 AM EST
benar-benar anak yang luar biasa!!!
|
|
said this on 15 Feb 2011 10:55:25 AM EST
mataku berlinang air , tp knp crita ini gak bs bkin aku NETESIN air mata ?!
huff --"
tp bgus kQ :)
salutt !! :D
@facebook : catharine angelina
@pin bb : 211395C8
thx :D
|
|
said this on 25 Feb 2011 9:48:48 AM EST
yaa ampun nyesek bcanya .
|
|
said this on 10 Mar 2011 6:18:14 AM EST
sangatt amatt menyedihkan !!! ortunya akhirnya menyesal.
penyesalan sllalu dtang d blakang. huftt!!!
|
|
said this on 12 Mar 2011 11:40:56 PM EST
smoga tdk ada lg org tua sprti itu didunia ini,.
|
|
said this on 13 Mar 2011 9:31:00 PM EST
hemmm...bner" mnghrukan
ku' tega yaaa
nma jg pnyesalan it kn sllu dblkg
|
|
said this on 30 Mar 2011 9:23:22 AM EST
Knapa sih waktu pasti gak bisa di ulang??
pemikiran yang dewasa harus selalu ada di pikiran kita supaya kita tidak menyesal nantinya
|
|
said this on 19 May 2011 2:58:10 AM EST
air mta ku usajh seember
|
|
said this on 01 Jun 2011 10:35:29 AM EST
aqU nangis baca ny,,,,sedih bnget,'
|
|
said this on 29 Jun 2011 1:03:52 PM EST
sampai nangis Q bacanya...
moga2 ja nie kisah takterjadi didunia nyata.
|
|
said this on 03 Jul 2011 6:21:55 AM EST
bagus bngt critane..
|
|
said this on 05 Jul 2011 11:39:36 AM EST
lebih syng mbil dri pada ank sndiri,,,
kjam,,,
|
|
said this on 15 Jul 2011 10:57:03 AM EST
pengarang cerita 1626mm.... terkutuk. apa kau ingin ribuan makhluk kegelapan dilemparkan ke tubuhmu agar akhir hidupmu dibuat menangis. bisa-bisanya ngarang cerita fiktif yang sangat sedih, mempermainkan hati pembacanya saja. kalau ingin membuat contoh sebaiknya dijelaskan secara medis saja tidak perlu seperti itu. dicari oleh siapapun, tidak mungkin ada orang-orang dalam cerita itu. semua lakon itu adalah drama setan-setan yang ada dalam kepalamu. payah.
|
|
said this on 19 Jan 2012 3:18:41 AM EST
payah...anda itu yg sgat payah... tax ngerti lah....perasaan org
|
|
said this on 28 Jan 2012 11:40:17 PM EST
ini kisah nyata deh rasanya...
|
|
said this on 12 Sep 2011 3:23:38 AM EST
iya....ini pelajaran buat para orangtua. Anak itu titipan Tuhan Pak,Buk....jangan diperlakukan sekejam itu. Lagian diamasih kecil,belum tau mana yg boleh dan tidak. Masyaallah kok ada orangtua sekejam itu.....
|
|
said this on 28 Sep 2011 9:22:59 AM EST
cerita ini sungguh mengharukan.
|
|
said this on 14 Oct 2011 9:21:45 AM EST
malam ini nangis,, hiksshikss,,
bagaimana mungkin anak polos kayak gitu, menerima nasib yang sangat kejam dikarenakan orang tuanya ,,,
|
|
said this on 11 Dec 2011 11:56:09 AM EST
sungguh,,,orang tua yang gila akan hartanya.
Dia masih balita,dan tak tahu apa".
Seperti itukah,contoh untuk mendidik buah hati kita...?
|
|
said this on 12 Dec 2011 12:53:27 AM EST
Sungguh Malang nasib Anak Tersebut...
|
|
said this on 19 Dec 2011 1:42:49 AM EST
KASIAN ANAK ITU ,, ANEH KARNA HARTA ANAK JADI TARUAHN, PUAS SEKARNG ,,ANAK LO ITU DAH GA DA TANGANNYA LAGI,, BELI TU LAGI TANGAN ,, AKU YAKIN GAK BAKLAN SAMA..... INSAF BUAT YANG LAIN,, MPOK,,,,PAK,,,NYEBUT,,,,
|
|
said this on 16 Jan 2012 10:40:45 PM EST
mengharukan kisahnya.....
|
|
said this on 19 Jan 2012 3:22:41 AM EST
,bgus lah crita ini smpe" tmen aQ koser" smbil nangis bacanya... :D hohoho..... >.<
|
|
said this on 28 Jan 2012 11:37:13 PM EST
itu orang lagi kemasukan setan ap coba? klo mobil dicoreng paku bisa dicat lagi, klo anak tangannya putus ngobatinnya pake apa??? coba klo diposisi Dita, tangan dipukuli sampai luka2 habis itu ditinggal 3 hari di kmar pembantu dlm keadaan tangan bernanah plus demam. itu ortu kandung apa tiri???!!!
|

Author)