- Home
- Kids
Kenapa Mesti Oom Jali
- By ginanjar rahardi
- Published 03/10/2008
- Kids
- Unrated
Ben menaruh lagi gagang telepon.
Perasaan gugupnya belum hilang. Ini luar biasa. Tak terbayang ia bisa
bikin keputusan seperti ini: Menelpon polisi. Ia meraih kembali buku
telepon yang tadi digunakannya untuk mencari nomor kantor polisi. Pintu
boks ia buka, lalu mendekati kasir wartel. Ia taruh buku telepon di
tempat semula.
Hadiah Dari Ayah
- By ginanjar rahardi
- Published 03/10/2008
- Kids
-
Rating:




Sudah dua hari ini aku menjadi
pendiam. Aku sering menyendiri dan melamun. Bahkan pernah, saat
istirahat sekolah tiba-tiba aku menangis tersedu-sedu. Monita yang
duduk di sebelahku sampai merasa heran. "Sudahlah, Wi! Malu dilihat
teman-teman," ujar Monita. Aku berusaha menahan tangisku.
Pelajaran Berharga Dari Desa
- By ginanjar rahardi
- Published 03/10/2008
- Kids
- Unrated
Liburan sekolah kali ini Ego
beruntung sekali. Sudah lama ia ingin menikmati berlibur di desa
kelahiran ayah ibunya. Tapi selalu ada saja halangan. Sekarang rupanya
kesempatan itu datang juga.
Beberapa
hari lalu, paman Ego yang tinggal di desa berkunjung. Ketika ia akan
pulang, liburan sekolah Ego sudah dimulai. Itu sebabnya Paman mengajak
Ego berlibur ke desa. Tentu saja Ego tidak menolak. Ayah ibunya juga
setuju.
Adik Kecil, Ayo Mengompollah!
- By ginanjar rahardi
- Published 03/10/2008
- Kids
- Unrated
Hari Minggu, Pin libur. Murid
kelas V itu jadi malas keluar rumah dan terus membaca sambil tiduran.
Ketika sedang asyik membaca, tangis adiknya mengusiknya.
“Pin,
adikmu menangis! Mama tanggung nih sedang masak, tolong berikan dot
itu!” seru mamanya dari dapur. Pin jengkel, dengan raut cemberut ia
menuju kamar adiknya.
Siapa Risma Sebenarnya?
- By ginanjar rahardi
- Published 03/10/2008
- Kids
- Unrated
Teng teng teng!
Bel tanda masuk SDN I Sukasari berbunyi. Bu Titik, wali kelas VA masuk ke kelas. Di sampingnya ada seorang anak perempuan.
“Anak-anak,
ini Rismawati. Ia murid baru pindahan dari Surabaya. Nah, Risma, kamu
duduk di sebelah Tia, ya!” Bu Tutik menunjuk kepadaku.
Guci Ajaib Palsu
- By ginanjar rahardi
- Published 03/10/2008
- Kids
- Unrated
Oben gembira diajak Indra ikut
berlibur ke kampung orang tua Indra. Sudah lama ia ingin melihat
kampung Indra di daerah pantai selatan. Sebab Indra selalu bercerita
seru mengenai kampung Cijampang.
Kenyataannya
cerita Indra tidak berlebihan. Begitu tiba di kampung itu, Oben merasa
takjub melihat pemandangan di depannya. Hamparan laut dengan pasir yang
berwarna putih.
Percayai Aku, Bunda…
- By ginanjar rahardi
- Published 03/10/2008
- Kids
- Unrated
“Hampir sampai, nih!” Jingga menepuk bahu Galih yang dari tadi bengong.
Galih menoleh sambil tersenyum, berusaha menyembunyikan kekagetannya.
Tapi…
” Astaga!” Galih menepuk dahinya.
“Kenapa, Lih?” Jingga heran.
Tolong, Bebaskan Aku…
- By ginanjar rahardi
- Published 03/7/2008
- Kids
- Unrated
Bel tanda pulang sekolah
berbunyi. Teman-temanku berhamburan keluar kelas. Dengan langkah gontai
alu pun meninggalkan kelas. Hari ini aku malas pulang ke rumah. Aku
teringat omelan Mama tadi pagi. Mama marah karena aku kemarin membeli
tas ransel trendi tanpa ijin Mama. Padahal aku membeli dengan uang
tabunganku sendiri. Apalagi teman-temanku sudah banyak yang memakai tas
ransel itu. Uh!
Melacak Jejak
- By ginanjar rahardi
- Published 03/7/2008
- Kids
- Unrated
Nigar kaget melihat kaver majalah Boo terbarunya robek. Terakhir kali ia melihat Igun yang membacanya. Segera ia menemui adiknya itu.
“Igun, kenapa kamu robek majalah baru ini?” Nigar setengah berteriak.
“Tidak sengaja. Tapi isinya masih bisa dibaca kan, Kak!” kilah Igun takut.
“Igun, kenapa kamu robek majalah baru ini?” Nigar setengah berteriak.
“Tidak sengaja. Tapi isinya masih bisa dibaca kan, Kak!” kilah Igun takut.
Birbal dan Punggawa yang tak jujur
- By ginanjar rahardi
- Published 03/7/2008
- Kids
- Unrated
Punggawa Bondil terkenal licik. Namun tak seorang pun berani melaporkan kelicikannya itu kepada raja. Sebab, sulit sekali mencari buktinya. Pada suatu hari, Punggawa Bondil iseng menawari seorang lelaki miskin 5 koin emas. Asal, lelaki itu mau berendam di kolam kota, semalam suntuk. Karena butuh uang, lelaki miskin itu bersedia. Malam harinya ia mencebur ke kolam kota. Semalaman ia berendam di situ. Dua penjaga mengawasinya dari pinggir kolam. Mereka menjadi saksi bahwa lelaki itu tidak keluar dari kolam semalaman.
Kids