c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Kids

Asyiknya Berbagi

PC
Pujangga Cinta

3 Menit Baca

“Kak Ita boleh ‘nggak pinjam pulpennya, satu. Punyaku tintanya habis,” Ully merayu kakaknya. Ita menggeleng.

”Aku juga mau pakai.”

“Kak Ita, kan, sedang menggambar.”

“Memang. Tapi besok aku ada ulangan. Kalau tintanya habis saat sedang ulangan, bagaimana?”

“Yaa…
Kak Ita. Pinjam sebentar, soalnya tanggung, aku sedang menyalin. Nanti
malam pasti aku ganti dengan bolpen baru,” Ully merayu lagi.
“Kalau kamu mau beli, ya beli sekarang saja. Kenapa harus nunggu sampai nanti malam.”

“Dasar pelit!” Ully pergi sambil merajuk.

Selalu saja begitu. Buku, pinsil, bolpen, selalu saja jadi bahan pertengkaran. Ita memang sulit berbagi.

“Kenapa
si orang-orang tidak berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri. Selalu
merepotkan orang lain saja!“ Ita bersungut ketika Ully sudah pergi.
Tangan Ita sibuk menyelesaikan sketsa gambar yang ditugaskan gurunya.
“Nah, sekarang tinggal mewarnai,” Ita meraih kotak cat air. Dan…” Ya
ampun! Kenapa aku bisa lupa…” Ita terbelalak memandangi tube cat air
yang sudah kempes. Satu persatu dipencet-pencet. Kering semua. Ita lupa
kalau cat sudah habis. Ia memakainya untuk mewarnai gambar Mickey yang
ia pajang di dinding kamar.
“Ully
masih punya ‘nggak ya?” Ita bergumam. ”Ih, buat apa pinjam pada Ully.
Itu berarti membari kesempatan padanya untuk meminjam barang-barangku.
Aku beli saja, ah!” setengah berlari Ita keluar dari kamarnya. Di pintu
depan dia berpapasan dengan Ully.
“Mau ke mana Kak Ita?” Ully heran melihat kakaknya terburu-buru seperti itu. Ita menunjuk ke depan tanpa menjawab.

“Lapar ya, mau beli pisang goreng….”Ully menggoda. Ita mendelik.

“Makanan saja yang ada di pikiranmu. Beli cat air!”

“Kak
Ita….”Ully mau mengucapkan sesuatu tapi tak jadi sebab Ita keburu lari.
”Heran, Kak Ita tak pernah mau minta bantuan padaku. Coba kalau dia
ngomong sama aku. Pasti kuberitahu kalau di warung depan itu tak ada
cat air. Dan aku akan kasih pinjam cat airku,” Ully bergumam.
Di
dalam kamar Ully menimang-nimang cat air miliknya. “Kak Ita pasti
dimarahi Bu Guru kalau gambarnya tidak selesai. Aku harus menolongnya.
Tapi….biar saja deh. Dia juga pelit,” Ully memasukkan lagi kotak cat
air ke dalam laci. ”Tapi kata Mama kita tidak boleh membiarkan orang
yang memerlukan pertolongan,“ Ully mengeluarkan lagi kotak cat airnya.
“Kupinjamkan… jangan… pinjamkan… jangan….” Ully menghitung-hitung
jarinya. “Ah… kupinjamkan saja. Kasihan Kak Ita.”
Dengan
berjingkat-jingkat ia masuk ke kamar Ita. Lalu menaruh kotak cat air di
meja belajar. Tapi belum sempat Ully keluar pintu kamar, Ita sudah
keburu datang.
“Berani-beraninya
kamu masuk kamarku tanpa ijin. Mau apa kamu? “Ita langsung sewot.” Ayo
keluar!” Ita mendorongUlly keluar kamar sebelum Ully sempat memberi
penjelasan. Ita menutup pintu dengan kasar, lalu menghempaskan tubuhnya
di kursi. “Uh! Apa yang harus kulakukan. Gambar harus selesai. Di
warung tak ada cat air. Pinjam sama Ully? Amit-amit! Eh, apa itu?” Mata
Ita tertumbuk pada sebuah benda di atas meja belajar. Kotak cat air.
Dia sangat terkejut ketika membaca sebaris nama di tutup kotak itu.
”Ully…” Ita berbisik. “Ully masuk ke kamarku untuk meminjamkan cat air…
Ah, dia pasti ada maunya!” Ita meraih kotak cat air, lalu bergegas
menuju kamar Ully.
“Aku
tidak memerlukan ini. Kamu pasti ingin aku meminjamkan pulpenku,” ujar
Ita sambil meletakkan kotak cat air di meja Ully. Sejenak Ully bengong.
Lalu lalu menggeleng.
”Aku
sudah beli tadi. Ini!” Ully mengacungkan pulpen yang baru dibelinya.
”Aku pinjamkan itu karena aku tahu Kak Ita pasti memerlukannya.”
“Kamu….?” Ita menatap Ully lekat-lekat. Ully mengangguk mantap.

“Pakai
saja, isinya masih banyak kok.” Ita ragu-ragu. Ully mengangsurkan kotak
cat air ke tangan kakaknya. Malu-malu Ita meraihnya, lalu memeluk Ully
erat-erat. Ita menyesal selama ini selalu berprasangka buruk pada
adiknya. Bahkan pada orang-orang di sekelilingnya. Hari ini Ita sadar.
Jika mau berbagi, hidup jadi terasa lebih menyenangkan. *****

Diambil dari beberapa sumber.

PC

Tentang Penulis: Pujangga Cinta

iam the dark angel

Lihat Semua Karya Pujangga Cinta →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Kids

Tikus Kota dan Tikus Desa
Kids 2 Menit Baca

Tikus Kota dan Tikus Desa

Di sebuah desa yang tenang, tinggallah seekor tikus di lubang kecil di bawah pohon ek. Rumahnya sederhana, makanannya pun sederhana: biji-bijian, kacang, dan akar-akaran dari ladang. Tetapi ia hidup b...

Itik Buruk Rupa
Kids 3 Menit Baca

Itik Buruk Rupa

Musim panas di pedesaan sungguh indah. Di antara rumpun ilalang di tepi kolam, seekor induk itik sedang mengerami telur-telurnya. Satu per satu telurnya menetas, dan anak-anak itik kuning yang mungil...

Tetangga Yang Aneh
Kids 4 Menit Baca

Tetangga Yang Aneh

“Kamu tahu, rumah kosong di sebelah kita sudah ada penghuninya?” tanya Dino pada adiknya, Arni. “Iya, tapi aku belum melihat mereka. Apa di rumah itu ada anak sebaya kita ya, Kak? Biar bisa jadi teman...

Martina si Penyihir Usil
Kids 4 Menit Baca

Martina si Penyihir Usil

Bu Ziwina, guru di sekolah Penyihir Cilik, menugaskan murid-muridnya mempraktekkan mantra yang baru saja ia ajarkan. Ia lalu meninggalkan ruangan. Ruang kelas langsung dipenuhi gumaman para penyihir c...