c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Renungan

Bersama Kita Bisa Melewati Semuanya

PC
Pujangga Cinta

2 Menit Baca

Bob Butler kehilangan kedua kakinya karena ledakan ranjau saat perang Vietnam tahun 1965. Dia pulang sebagai seorang pahlawan perang. Dua puluh tahun kemudian, dia membuktikan bahwa heroisme itu datang dari dalam hati.

Butler sedang bekerja di dalam garasi di sebuah kota kecil di Arizona pada suatu hari di musim panas. Saat itu dia mendengar teriakan histeris seorang wanita dari belakang rumah tetangganya. Dia mengayuh kursi rodanya ke rumah itu dan menuju ke halaman belakang. Tetapi ada pagar terkunci yang tidak memungkinkan kursi roda itu lewat. Veteran itu kemudian turun dari kursi, melompati pagar dengan kedua tangannya dan merayap dengan secepatnya melewati semak dan rerumputan.

“Saya harus segera sampai ke sana ,” katanya. “Tidak peduli apakah itu akan menyakitkan dan melukai tubuhku sendiri.”

Saat Butler sampai di belakang rumah, dia mengikuti teriakan itu sampai ke kolam renang, dimana ada seorang anak perempuan berumur tiga tahun yang tergeletak di dasar kolam. Anak itu lahir dengan tidak memiliki kedua lengan, jatuh ke kolam renang dan tidak bisa berenang.

Ibunya berdiri di tepi kolam sambil berteriak histeris. Butler segera menyelam ke dasar kolam renang dan membawa Stephanie keluar. Wajahnya telah kebiruan, tidak ada detak jantung dan tidak bernafas.

Butler segera memberi nafas buatan saat ibu Stephanie menelpon departemen pemadam kebakaran (911). Dia bilang semua petugas pemadam kebakaran sedang bertugas keluar, dan tidak ada petugas di kantor. Dengan tanpa harapan, dia menangis dan memeluk bahu Butler .

Sambil meneruskan memberi nafas buatan, Butler menenangkan ibunya Stpehanie. “Jangan kuatir,” katanya. “Saya sudah menjadi tangannya untuk membawanya keluar dari kolam. Dia akan baik-baik saja. Sekarang saya sedang menjadi paru-parunya. Bersama kita akan bisa melewatinya.”

Dua menit kemudian gadis kecil itu batuk-batuk, siuman kembali dan mulai menangis. Ketika mereka berpelukan dan bersyukur, ibunya Stephanie bertanya bagaimana Butler bisa tahu bahwa semua akan bisa diatasi dengan baik.

Saat kedua kaki saya meledak di perang Vietnam, saya seorang diri di tengah lapangan,” Butler bercerita. “Tidak ada seorang pun yang mau datang untuk menolong, kecuali seorang anak perempuan Vietnam. Dengan susah payah dia menyeret tubuh saya ke desa, dan dia berbisik dengan bahasa Inggrisnya yang terpatah-patah, ‘Semuanya OK. Kamu bisa hidup. Saya menjadi kakimu. Bersama kita bisa melewati semuanya.’ ”

“Sekarang ini giliran saya,” kata Butler kepada ibunya Stephanie, “Untuk membalas semua yang sudah saya terima.”

Kita semua adalah malaikat-malaikat bersayap sebelah. Hanya bila saling membantu, kita semua dapat terbang. (Luciano De Crescenzo)

Diambil dari beberapa sumber.

PC

Tentang Penulis: Pujangga Cinta

iam the dark angel

Lihat Semua Karya Pujangga Cinta →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Renungan

Majikan dan Pelayannya
Renungan 3 Menit Baca

Majikan dan Pelayannya

Vasili Andreevich Brekhunov adalah saudagar kaya yang serakah. Suatu hari di musim dingin, ia bergegas hendak membeli sebidang hutan dengan harga murah sebelum didahului pesaingnya. Meski badai salju...

Menyalakan Api
Renungan 4 Menit Baca

Menyalakan Api

Hari sudah pagi ketika lelaki itu meninggalkan jalan setapak utama di Yukon dan mendaki tebing menuju sebuah jalan kecil yang jarang dilalui. Hari itu dingin dan kelabu. Meski tak ada awan di langit,...

Kalung Berlian
Renungan 4 Menit Baca

Kalung Berlian

Mathilde adalah salah satu gadis cantik dan menawan yang, seolah karena kesalahan takdir, dilahirkan dalam keluarga pegawai rendahan. Ia tak punya mas kawin, tak punya harapan, tak punya cara untuk di...