c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Kids

Hansel dan Gretel

GB
Grimm Bersaudara

Diterbitkan 20 Juli 2026 • 2 Menit Baca

Di tepi sebuah hutan yang lebat, hiduplah seorang penebang kayu miskin bersama istrinya dan dua anaknya, Hansel dan Gretel. Ketika kemarau panjang melanda, mereka tak lagi punya cukup makanan. Suatu malam, Hansel mendengar ibu tirinya membujuk sang ayah untuk meninggalkan kedua anak itu di tengah hutan.

Hansel tak bisa tidur. Diam-diam ia keluar dan memunguti kerikil putih yang berkilau di bawah sinar bulan, lalu memasukkannya ke dalam saku.

Esok harinya mereka dibawa ke tengah hutan. Sepanjang jalan, Hansel menjatuhkan kerikil satu per satu. Ketika malam tiba dan mereka ditinggalkan, Gretel menangis. Hansel menenangkannya. "Tunggulah sampai bulan terbit." Kerikil-kerikil itu berkilau di bawah cahaya bulan, dan mereka mengikuti jejaknya pulang.

Tak lama kemudian, ibu tiri mereka mengulangi rencananya. Kali ini pintu dikunci, dan Hansel tak bisa mengumpulkan kerikil. Ia hanya punya sepotong roti, dan ia menjatuhkan remahnya sepanjang jalan. Tetapi burung-burung memakan semua remah roti itu. Hansel dan Gretel tersesat.

Tiga hari mereka berjalan tanpa arah, hingga tiba di sebuah rumah yang ajaib. Dindingnya dari roti jahe, atapnya dari kue, dan jendelanya dari gula bening. Karena sangat lapar, mereka mulai mematahkan dan memakannya.

Pintu terbuka, dan seorang nenek tua keluar sambil tersenyum ramah. Ia mengajak mereka masuk, memberi makan, dan menyediakan tempat tidur yang empuk. Namun keesokan paginya wajah aslinya terungkap: ia adalah penyihir jahat yang memikat anak-anak dengan rumah permennya.

Hansel dikurung dalam kandang untuk digemukkan, dan Gretel dipaksa bekerja. Setiap pagi, penyihir yang matanya rabun meraba jari Hansel untuk memeriksa apakah ia sudah gemuk. Hansel yang cerdik selalu menyodorkan sepotong tulang kecil, sehingga penyihir mengira ia masih kurus.

Setelah beberapa minggu, penyihir kehilangan kesabaran. Ia menyuruh Gretel memeriksa apakah tungku sudah cukup panas. Gretel tahu itu jebakan. "Aku tak tahu caranya," katanya pura-pura bodoh. "Bagaimana aku bisa masuk?"

"Anak bodoh!" gerutu penyihir sambil membungkuk ke dalam tungku. "Begini caranya!" Pada saat itu Gretel mendorongnya sekuat tenaga dan menutup pintu tungku rapat-rapat.

Gretel membebaskan Hansel. Di dalam rumah itu mereka menemukan peti-peti berisi mutiara dan permata. Mereka mengisi saku dan berjalan pulang, dibantu seekor angsa putih yang menyeberangkan mereka melintasi danau.

Ayah mereka menyambut dengan tangis bahagia. Ibu tiri mereka sudah tiada, dan sang ayah tak pernah berhenti menyesali perbuatannya. Sejak hari itu mereka hidup bersama tanpa kekurangan. Dan Hansel serta Gretel tak pernah lupa bahwa keberanian dan akal sehat bisa membawa mereka pulang dari tempat paling gelap sekalipun.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “Hänsel und Gretel” karya Grimm Bersaudara (Kinder- und Hausmärchen, Jerman, 1812). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

GB

Tentang Penulis: Grimm Bersaudara

Jacob (1785–1863) dan Wilhelm Grimm (1786–1859), pengumpul dongeng rakyat Jerman.

Lihat Semua Karya Grimm Bersaudara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Kids

Asyiknya Berbagi
Kids 3 Menit Baca

Asyiknya Berbagi

“Kak Ita boleh ‘nggak pinjam pulpennya, satu. Punyaku tintanya habis,” Ully merayu kakaknya. Ita menggeleng. ”Aku juga mau pakai.” “Kak Ita, kan, sedang menggambar.” “Memang. Tapi besok aku ada ulanga...

Burung Gagak dan Kendi Air
Kids 2 Menit Baca

Burung Gagak dan Kendi Air

Musim kemarau yang panjang melanda sebuah negeri. Sungai-sungai mengering, kolam-kolam retak, dan tak ada setetes hujan pun selama berbulan-bulan. Binatang-binatang kehausan dan berkeliaran mencari ai...

Hadiah Dari Ayah
Kids 3 Menit Baca

Hadiah Dari Ayah

Sudah dua hari ini aku menjadi pendiam. Aku sering menyendiri dan melamun. Bahkan pernah, saat istirahat sekolah tiba-tiba aku menangis tersedu-sedu. Monita yang duduk di sebelahku sampai merasa heran...

Guci Ajaib Palsu
Kids 4 Menit Baca

Guci Ajaib Palsu

Oben gembira diajak Indra ikut berlibur ke kampung orang tua Indra. Sudah lama ia ingin melihat kampung Indra di daerah pantai selatan. Sebab Indra selalu bercerita seru mengenai kampung Cijampang. Ke...