c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Keluarga

Harta Karun di Ladang Anggur

A
Aesop

Diterbitkan 23 Juli 2026 • 2 Menit Baca

Seorang petani tua yang rajin merasa ajalnya sudah dekat. Ia memiliki sebidang ladang anggur yang luas, hasil kerja kerasnya seumur hidup. Ia juga memiliki tiga orang putra yang sudah dewasa, tetapi mereka malas dan lebih suka bersenang-senang daripada bekerja.

Petani tua itu khawatir. Bila ia meninggal, ladang anggurnya akan terbengkalai dan anak-anaknya akan jatuh miskin. Ia memikirkan cara agar anak-anaknya mau bekerja.

Suatu hari, ia memanggil ketiga putranya ke samping ranjangnya. Dengan suara lemah, ia berkata, "Anak-anakku, waktuku tak lama lagi. Aku ingin memberitahu kalian sebuah rahasia. Di ladang anggur kita, aku telah mengubur sebuah harta karun. Carilah harta itu setelah aku tiada."

"Di mana tepatnya, Ayah?" tanya anak sulung dengan mata berbinar.

Tetapi petani tua itu sudah terlalu lemah untuk menjawab. Tak lama kemudian, ia meninggal dunia.

Setelah pemakaman, ketiga putra itu bergegas ke ladang anggur membawa cangkul dan sekop. Mereka menggali dengan penuh semangat. Mereka menggali di bawah setiap pohon anggur, di setiap sudut, dan di setiap jengkal tanah. Hari demi hari mereka bekerja dari pagi hingga senja, membalikkan tanah di seluruh ladang.

Tetapi mereka tak menemukan harta karun apa pun. Tak ada peti emas, tak ada kantong perak, tak ada permata. Mereka sangat kecewa dan merasa ditipu oleh ayah mereka.

Namun ketika musim panen tiba, terjadilah sesuatu yang menakjubkan. Karena tanahnya sudah digemburkan dengan sangat baik, pohon-pohon anggur tumbuh subur luar biasa. Buahnya lebat, besar-besar, dan manis. Panen tahun itu jauh lebih melimpah daripada tahun-tahun sebelumnya.

Mereka menjual hasil panen itu dan mendapatkan uang yang sangat banyak. Barulah ketiga putra itu mengerti maksud ayah mereka.

"Ayah tidak berbohong," kata si bungsu sambil tersenyum. "Memang ada harta karun di ladang ini. Harta itu adalah kerja keras."

Sejak saat itu, ketiga bersaudara itu bekerja dengan rajin di ladang anggur mereka setiap tahun, dan mereka hidup makmur. Fabel Aesop ini mengajarkan bahwa kerja keras adalah harta yang sesungguhnya.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “The Farmer and His Sons” karya Aesop (fabel Yunani kuno). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

A

Tentang Penulis: Aesop

Pendongeng Yunani kuno (± 620–564 SM), dikenal lewat fabel-fabelnya yang penuh pesan moral.

Lihat Semua Karya Aesop →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Keluarga

Paman Jules
Keluarga 3 Menit Baca

Paman Jules

Kami tinggal di Le Havre dan tidak kaya. Ayahku bekerja sebagai pegawai kantor, pulang larut malam, dan gajinya tak seberapa. Aku punya dua orang kakak perempuan. Ibuku sangat menderita karena kemiski...

Kampung Halaman
Keluarga 3 Menit Baca

Kampung Halaman

Aku pulang ke kampung halamanku setelah dua puluh tahun merantau, menempuh perjalanan sejauh dua ribu li di tengah musim dingin yang menggigit. Aku pulang untuk menjual rumah tua keluarga kami dan mem...