c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Humor

Pecinta Alam

PP
Priyottama Pradipta

Diterbitkan 26 Januari 2009 • 1 Menit Baca

Badrun dan poli, 2 orang pencinta alam sedang menjelajah suatu hutan. Suatu ketika, Badrun yang kebelet kencing langsung menuntaskan hajatnya di semak-semak. Tapi betapa sialnya karena ia tidak melihat ada seekor ular kobra yang langsung mematuk penis Badrun. Badrun langsung berteriak minta tolong kepada temannya. "Poli, penisku digigit ular kobra! Cepat ambil ponsel dan hubungi dokter, dan coba minta petunjuk!" ujar Badrun panik. Poli segera menelepon dokter. "Tenangkan kawanmu, dia masih bisa ditolong asal kamu melakukan ini. Ambil pisau tajam, buatlah irisan berbentuk silang di sekitar luka bekas gigitan ular, lalu hisap keluar bisa ular dari penis si korban sampe betul-betul habis, ikat penisnya kuat-kuat untuk menahan pendarahannya dan langsung bawa ke dokter terdekat," jelas si dokter. "Baik dok", kata Poli, "akan saya sampaikan". Badrun berkata dengan tidak sabar, "Jadi apa kata dokter?". Poli menjawab, "Maaf Badrun, tapi menurut dokter kamu sudah tak tertolong lagi dan akan mati."

Diambil dari beberapa sumber.

PP

Tentang Penulis: Priyottama Pradipta

Lihat Semua Karya Priyottama Pradipta →

Tanggapan Pembaca (4)

nez ★ 17 tahun yang lalu

mana yg lucu? Aneh

win ★★★★ 17 tahun yang lalu

WAKAKKakakka.. LUCU LAH!! Klo lo yang jadi Poli, lo mau ngisep "pisank" nya temen lo?? emang lo waria? GAK-kan?? makanya dia bilang Badrun gak terselamatkan !!

just ★ 17 tahun yang lalu

wagu tur njendool.....

lie ★★★ 17 tahun yang lalu

waduh,,,, mna yng lucu nh,,, yng lebih lucu klo lo yng lakuin lngsung,, wakakakk,,,

Cerpen Lain di Humor

Kematian Seorang Pegawai
Humor 3 Menit Baca

Kematian Seorang Pegawai

Pada suatu malam yang indah, seorang pegawai kecil bernama Ivan Dmitrich Chervyakov duduk di barisan kedua sebuah gedung teater. Ia menonton opera dengan teropong mungil dan merasa sebagai orang palin...

Jendela yang Terbuka
Humor 4 Menit Baca

Jendela yang Terbuka

"Bibi saya akan turun sebentar lagi, Tuan Nuttel," kata seorang gadis lima belas tahun yang sangat tenang. "Sementara itu, Tuan harus rela ditemani saya." Framton Nuttel berusaha m...