c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Kids

Periuk Bubur Ajaib

GB
Grimm Bersaudara

Diterbitkan 27 Juli 2026 • 2 Menit Baca

Dahulu kala, hiduplah seorang gadis kecil yang miskin bersama ibunya. Mereka sangat miskin sehingga sering tak punya apa pun untuk dimakan. Suatu hari, ketika perut mereka benar-benar kosong, gadis kecil itu pergi ke hutan untuk mencari buah-buahan.

Di tengah hutan, ia bertemu seorang nenek tua. Nenek itu sudah tahu tentang kemiskinan dan kesusahan gadis kecil itu. Ia memberinya sebuah periuk kecil. "Ini periuk ajaib," kata nenek itu. "Bila kau berkata, 'Masaklah, periuk kecil, masaklah!', periuk ini akan memasak bubur manis yang lezat. Dan bila kau berkata, 'Berhentilah, periuk kecil, berhentilah!', ia akan berhenti memasak."

Gadis kecil itu berterima kasih dan membawa periuk itu pulang kepada ibunya. Sejak hari itu, mereka tak pernah lagi kelaparan. Setiap kali lapar, mereka menyuruh periuk itu memasak, dan mereka makan bubur manis sepuas-puasnya.

Suatu hari, gadis kecil itu pergi ke luar rumah. Ibunya merasa lapar dan berkata kepada periuk itu, "Masaklah, periuk kecil, masaklah!" Periuk itu mulai memasak bubur. Sang ibu makan hingga kenyang. Lalu ia ingin menghentikan periuk itu.

Tetapi ia lupa kata-katanya! "Sudah, periuk kecil! Cukup! Diam!" Periuk itu terus memasak. Bubur meluap dari periuk, memenuhi meja, lalu tumpah ke lantai. Bubur mengalir memenuhi dapur, lalu seluruh rumah. Kemudian bubur itu keluar dari pintu dan mengalir ke rumah sebelah, lalu ke jalan-jalan.

Periuk itu terus memasak dan memasak, seolah ingin memberi makan seluruh dunia. Bubur menutupi jalan-jalan kota. Orang-orang panik dan tak tahu harus berbuat apa. Hanya satu rumah yang tersisa di kota itu yang belum terendam bubur.

Tepat pada saat itu, gadis kecil itu pulang. Ia melihat seluruh kota dipenuhi bubur. Ia segera berseru, "Berhentilah, periuk kecil, berhentilah!" Periuk itu pun berhenti memasak.

Tetapi seluruh kota sudah dipenuhi bubur. Siapa pun yang ingin kembali ke kota harus memakan jalan mereka sendiri untuk lewat!

Dongeng jenaka dari Grimm ini mengajarkan bahwa segala sesuatu yang berlebihan bisa menjadi masalah, bahkan hal yang baik sekalipun. Dan kita harus benar-benar memahami cara menggunakan sesuatu sebelum memakainya.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “Der süße Brei” karya Grimm Bersaudara (Kinder- und Hausmärchen, Jerman, 1812). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

GB

Tentang Penulis: Grimm Bersaudara

Jacob (1785–1863) dan Wilhelm Grimm (1786–1859), pengumpul dongeng rakyat Jerman.

Lihat Semua Karya Grimm Bersaudara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Kids

Martina si Penyihir Usil
Kids 4 Menit Baca

Martina si Penyihir Usil

Bu Ziwina, guru di sekolah Penyihir Cilik, menugaskan murid-muridnya mempraktekkan mantra yang baru saja ia ajarkan. Ia lalu meninggalkan ruangan. Ruang kelas langsung dipenuhi gumaman para penyihir c...

Pangeran Bertopeng
Kids 4 Menit Baca

Pangeran Bertopeng

Di sebuah desa, hiduplah tiga pemuda kakak beradik. Rommy, Edward dan Albert. Edward dan Albert sangat tampan dan gagah. Sangat berbeda dengan kakak sulung mereka yang berwajah seram. Kedua pemuda ini...

Kena Batunya
Kids 5 Menit Baca

Kena Batunya

“Ssst….Bu Indati datang,” kata Cahyo. Langsung saja anak-anak kelas 4 SD Sambo Indah beranjak duduk ke tempatnya masing-masing. “Selamat pagi, Anak-anak!” sapa Bu Isti dengan ramah. “Selamat pagi, Buu...

Itik Buruk Rupa
Kids 3 Menit Baca

Itik Buruk Rupa

Musim panas di pedesaan sungguh indah. Di antara rumpun ilalang di tepi kolam, seekor induk itik sedang mengerami telur-telurnya. Satu per satu telurnya menetas, dan anak-anak itik kuning yang mungil...